Saturday, 16 May 2015

Kumpulan Puisi Roma Rio Sitepu

Kumpulan Puisi Roma Rio Sitepu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia puisi/pu·i·si/ n adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;
puisi adalah gubahan di bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Untuk kalian yang sedang mencari-cari puisi mungkin salah satu dari puisi saya bisa memberikan solusi kepada anda :).Selamat membaca puisi saya.Semoga puisi saya dapat menyenangkan hati anda :).

Indahmu

satu lagu lagi tercipta
saat kuingat senyum manismu
satu lagu lagi tercipta
saat ku lihat tawa indahmu
kau terang
kau sinar
yang selalu ada dihatiku
kau terang
kau sinar
yang selalu ada di jiwaku
indah hariku bertambah
kala kau senyum tulus padaku
gelap hariku tak ada
kala kau ada dekat denganku


Kupastikan Kau Nyata Milikku

Auramu terpancar indah,,,
Membuat hariku semakin cerah,,,
Walau gundah sedang tak tentu arah,,,
Tak ada celah untuk buatku marah,,,
Walaupun kau sedang bersamanya,,,
Ku yakin itu tak akan lama,,,
Dari paras wajahmu saja kau sudah bosan dengannya,,,
Tapi tak apa kau habiskan dulu bosanmu dengannnya,,,
Aku menunggu dengan setia,,,
Kan dapat ku pastikan kau jadi milikku,,,
Tak lama setelah kau membiriku waktu mengobrol denganmu,,,
Tak seperti kekasihmu itu,,,
Kan ku berikan warna lain dalam hidupmu,,
Aku pastikan kau nyata jadi milikku,,,
Hanya satu pintaku,,,
Kau beri sedikit waktu untukku,,,
Kau pasti akan nyata jadi milikku,,,


Rupa

Mengapa kau hanya bercerita
Tidakkah kau belum melihat semuanya
Ku salutkan percaya dirimu
Tapi menusuk orang lain yang belum tentu,,,
Banggakah kau akan itu
Hai manusia pencerita,,,
Sudah habiskan dongeng lama yang kau bacakan untuk anakmu,,,
Sehingga kau membuat dongeng baru yang ingin kau terkenalkan.



Ku hanya termalu

Ku tatap keringnya tubuhmu
Jauh berbeda sebelum senja menjelang
Lampau kau masih berisi
Sekarang kau seperti dihabisi
            Mengapa kau tak ingin tumbuh lagi
            Apakah kau marah
            Marah karena ku telah memberikan goresan ke  tubuhmu
            Marah karena ku pijarkan dirimu
Aku tak menyangka kau mau membalas tanyaku
Dengan lemah kau nyatakan sesuatu
Aku tak marah padamu
Akulah yang menghanguskan diri
Kau hanya memberikan sepercik pijar kepadaku
Dan ku tak dapat padamkan emosiku
Aku tak marah padamu
Aku hanya termalu untuk tumbuh
Karena sepercik pijar selalu membuntutiku









No comments:

Post a Comment