Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia puisi/pu·i·si/ n adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;
puisi adalah gubahan di bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Untuk kalian yang sedang mencari-cari puisi mungkin salah satu dari puisi saya bisa memberikan solusi kepada anda :).Selamat membaca puisi saya.Semoga puisi saya dapat menyenangkan hati anda :).
Indahmu
satu lagu lagi tercipta
saat kuingat senyum manismusatu lagu lagi tercipta
saat ku lihat tawa indahmu
kau terang
kau sinar
yang selalu ada dihatiku
kau terang
kau sinar
yang selalu ada di jiwaku
indah hariku bertambah
kala kau senyum tulus padaku
gelap hariku tak ada
kala kau ada dekat denganku
Kupastikan Kau Nyata Milikku
Auramu terpancar indah,,,
Membuat hariku semakin cerah,,,
Walau gundah sedang tak tentu arah,,,
Tak ada celah untuk buatku marah,,,
Walaupun kau sedang bersamanya,,,
Ku yakin itu tak akan lama,,,
Dari paras wajahmu saja kau sudah bosan dengannya,,,
Tapi tak apa kau habiskan dulu bosanmu dengannnya,,,
Aku menunggu dengan setia,,,
Kan dapat ku pastikan kau jadi milikku,,,
Tak lama setelah kau membiriku waktu mengobrol denganmu,,,
Tak seperti kekasihmu itu,,,
Kan ku berikan warna lain dalam hidupmu,,
Aku pastikan kau nyata jadi milikku,,,
Hanya satu pintaku,,,
Kau beri sedikit waktu untukku,,,
Kau pasti akan nyata jadi milikku,,,
Rupa
Mengapa kau hanya bercerita
Tidakkah kau belum melihat semuanya
Ku salutkan percaya dirimu
Tapi menusuk orang lain yang belum tentu,,,
Banggakah kau akan itu
Hai manusia pencerita,,,
Sudah habiskan dongeng lama yang kau bacakan untuk anakmu,,,
Sehingga kau membuat dongeng baru yang ingin kau terkenalkan.
Ku
hanya termalu
Ku tatap keringnya
tubuhmu
Jauh berbeda sebelum
senja menjelang
Lampau kau masih berisi
Sekarang kau seperti
dihabisi
Mengapa kau tak ingin tumbuh lagi
Apakah kau marah
Marah karena ku telah memberikan goresan ke tubuhmu
Marah karena ku pijarkan dirimu
Aku tak menyangka kau mau
membalas tanyaku
Dengan lemah kau nyatakan
sesuatu
Aku tak marah padamu
Akulah yang menghanguskan
diri
Kau hanya memberikan
sepercik pijar kepadaku
Dan ku tak dapat padamkan
emosiku
Aku tak marah padamu
Aku hanya termalu untuk
tumbuh
Karena sepercik pijar
selalu membuntutiku
No comments:
Post a Comment